
{"id":6290,"date":"2025-01-13T16:37:51","date_gmt":"2025-01-13T09:37:51","guid":{"rendered":"https:\/\/nufarm.com\/id\/?p=6290"},"modified":"2025-01-13T16:37:51","modified_gmt":"2025-01-13T09:37:51","slug":"kendalikan-penyakit-tanaman-akibat-jamur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/2024.nufarm.com.au\/id\/kendalikan-penyakit-tanaman-akibat-jamur\/","title":{"rendered":"Champion 77 WP Terbukti Efektif Cegah dan Kendalian Penyakit yang Diakibatkan oleh Jamur"},"content":{"rendered":"<p>Saat melakukan budidaya tanaman, petani sering menghadapi permasalahan pokok di lapang yaitu kehadiran organisme pengganggu tanaman seperti hama serangga, penyakit jamur dan bakteri. Jamur sendiri merupakan patogen utama dengan jumlah terbesar dan bertanggung jawab atas sejumlah penyakit tanaman yang serius. Jamur bisa membunuh sel tanaman sehingga mengakibatkan tanaman stres dan akhirnya mati.<\/p>\n<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-6292 aligncenter\" src=\"https:\/\/nufarm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/gambar_patek-300x233.jpg\" alt=\"\" width=\"391\" height=\"304\" srcset=\"https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13162832\/gambar_patek-300x233.jpg 300w, https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13162832\/gambar_patek-768x597.jpg 768w, https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13162832\/gambar_patek-480x373.jpg 480w, https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13162832\/gambar_patek.jpg 785w\" sizes=\"(max-width: 391px) 100vw, 391px\" \/>\n<p style=\"text-align: center\">Gambar 1. Tanaman cabai terserang penyakit jamur<\/p>\n<p>Sumber infeksi jamur berasal benih, tanah, sisa tanaman, dan gulma yang terinfeksi. Jamur menyebar melalui angin dan percikan air, kadang kala melalui pergerakan tanah, hewan, pekerja, mesin, peralatan, bibit, dan bahan tanaman lainnya yang terkontaminasi. Jamur akan memasuki tanaman melalui stomata atau jaringan terluka sehingga mereka akan tumbuh spora dan melangsungkan hidupnya.<\/p>\n<p>Berikut ini penyakit umum pada tanaman yang disebabkan oleh jamur sehingga petani patut waspada:<\/p>\n<p><strong>Penyakit Antraknosa<\/strong><\/p>\n<p>Antraknosa merupakan penyakit penting yang sering menyerang tanaman sayuran seperti cabai, tomat, buncis, dan mentimun. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan <em>Colletotrichum sp <\/em>yang menunjukan gejala serangan berupa cekungan dengan bintik hitam pada buah dan daun. Serangan lebih lanjut, bintik tersebut akan menyebar dan berwarna abu-abu gelap yang menyababkan buah tanaman membusuk. Antraknosa biasanya berkembang dalam kondisi kelembaban tinggi ketika curah hujan terjadi setelah buah mulai matang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<img decoding=\"async\" class=\" wp-image-6293 aligncenter\" src=\"https:\/\/nufarm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/gambar_patek02-300x235.jpg\" alt=\"\" width=\"378\" height=\"296\" srcset=\"https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13162947\/gambar_patek02-300x235.jpg 300w, https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13162947\/gambar_patek02-768x601.jpg 768w, https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13162947\/gambar_patek02-480x376.jpg 480w, https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13162947\/gambar_patek02.jpg 906w\" sizes=\"(max-width: 378px) 100vw, 378px\" \/>\n<p style=\"text-align: center\">Gambar 2. Tanaman cabai terserang penyakit antraknosa<\/p>\n<p><strong>Penyakit Layu Fusarium<\/strong><\/p>\n<p>Layu fusarium disebabkan oleh cendawan <em>Fusarium oxysporum<\/em>. Penyakit ini berkembang di dalam jaringan tanaman dengan mengurangi pasokan air dan unsur hara. Gejala serangan yang ditimbulkan oleh cendawan ini yaitu tanaman akan layu yang diikuti warna daun menguning. Biasanya tanaman akan layu pada siang hari, kemudian akan kembali segar saat sore hingga pagi hari. Hal ini terus berlanjut hingga tanaman tidak mampu berfotosintesis dengan baik dan akhirnya mati.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-6294\" src=\"https:\/\/nufarm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/layu-300x216.jpg\" alt=\"\" width=\"361\" height=\"260\" srcset=\"https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13163051\/layu-300x216.jpg 300w, https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13163051\/layu-768x552.jpg 768w, https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13163051\/layu-480x345.jpg 480w, https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13163051\/layu.jpg 839w\" sizes=\"(max-width: 361px) 100vw, 361px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Gambar 3. Tanaman cabai terserang penyakit layu fusarium<\/p>\n<p><strong>Penyakit Cacar Daun<\/strong><\/p>\n<p>Karat daun merupakan penyakit paling umum yang sering dijumpai pada tanaman pangan, hortikulturan dan perkebunan. Penyebab utama karat daun sangat bervariasi seperti cendawan <em>Puccinia&nbsp;polysora <\/em>pada tanaman jagung, <em>Hemileia vastratix <\/em>pada tanaman seledri, dan <em>Exobasidium vexans <\/em>pada teh. Gejala serangan yang ditimbulkan yaitu adanya tepung berwarna jingga pada permukaan daun kemudian permukaan daun akan timbul bintik bintik warna putih hingga menjadi kecoklatan yang mengakibatkan daun seperti kering.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-6295\" src=\"https:\/\/nufarm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/cacar_daun-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"371\" height=\"278\" srcset=\"https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13163148\/cacar_daun-300x225.jpg 300w, https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13163148\/cacar_daun-480x360.jpg 480w, https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13163148\/cacar_daun.jpg 674w\" sizes=\"(max-width: 371px) 100vw, 371px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Gambar 4. Tanaman teh terserang penyakit cacar daun<\/p>\n<p>Pengendalian secara cepat dan tuntas perlu petani ketahui supaya tanaman tetap aman, subur, dan bebas dari penyakit. Kini Nufarm hadir membawa fungisida yang terbukti ampuh mencegah dan mengendalikan serangan jamur secara efektif. Solusi <strong>Champion 77 WP<\/strong><\/p>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6296 aligncenter\" src=\"https:\/\/nufarm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/champions-226x300.jpg\" alt=\"\" width=\"163\" height=\"217\" srcset=\"https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13163249\/champions-226x300.jpg 226w, https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13163249\/champions.jpg 382w\" sizes=\"(max-width: 163px) 100vw, 163px\" \/>\n<p style=\"text-align: center\">Gambar 5. Champion 77 WP<\/p>\n<p>Merupakan fungisida kontak berbentuk tepung dengan bahan aktif: tembaga hidroksida 77% untuk melindungi tanaman dari penyakit yang diakibatkan oleh jamur. Keunggulan produk ini adalah:<\/p>\n<ol>\n<li>Spektrum yang luas yang bekerja secara multisite sehingga mencegah resistensi penyakit serta tahan terhadap pencucian air hujan<\/li>\n<li>Ukuran partikel paling kecil dibanding fungisida tembaga lainnya sehingga penutupan yang baik pada tanaman.<\/li>\n<li>Stabilitas suspensi yang tinggi pada larutan dalam tangki,sehingga tidak ada pengendapan dan tidak menyumbat nozzle.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Petunjuk Penggunaan<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Cabai: konsentrasi 1,5-3 gram\/liter untuk mengendalikan penyakit antraknosa <em>Colletotrichum capsici, Colletotrichum gloespoinodes<\/em>. Disemprot ketika terlihat gejala serangan dengan interval 7 \u2013 10 hari.<\/li>\n<li>Seamngka: konsentrasi 1-2 gram\/liter untuk mengendalikan penyakit antraknosa <em>Colletotrichum sp<\/em>. Disemprot ketika terlihat gejala serangan dengan interval 7 \u2013 10 hari.<\/li>\n<li>Teh: dosis 62.5-125 gram\/ha untuk mengendalikan penyakit cacar daun <em>Exobasidium vexansbinotalis<\/em>. Disemprot ketika terlihat gejala serangan dengan interval 7 \u2013 10 hari.<\/li>\n<\/ol>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-6297 aligncenter\" src=\"https:\/\/nufarm.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/petunjuk-300x166.jpg\" alt=\"\" width=\"372\" height=\"206\" srcset=\"https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13163345\/petunjuk-300x166.jpg 300w, https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13163345\/petunjuk-768x425.jpg 768w, https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13163345\/petunjuk-480x265.jpg 480w, https:\/\/cdn.nufarm.com\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2025\/01\/13163345\/petunjuk.jpg 868w\" sizes=\"(max-width: 372px) 100vw, 372px\" \/>\n<p style=\"text-align: center\">Gambar 6. Petunjuk penggunaan produk<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat melakukan budidaya tanaman, petani sering menghadapi permasalahan pokok di lapang yaitu kehadiran organisme pengganggu tanaman seperti hama serangga, penyakit jamur dan bakteri. Jamur sendiri merupakan patogen utama dengan jumlah terbesar dan bertanggung jawab atas sejumlah penyakit tanaman yang serius. Jamur bisa membunuh sel tanaman sehingga mengakibatkan tanaman stres dan akhirnya mati. Gambar 1. Tanaman &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":40,"featured_media":6298,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[39,534,533,440],"tags":[535,479],"class_list":["post-6290","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-cabai","category-kentang","category-vegetable","tag-cabai","tag-kentang"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/2024.nufarm.com.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6290","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/2024.nufarm.com.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/2024.nufarm.com.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/2024.nufarm.com.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/40"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/2024.nufarm.com.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6290"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/2024.nufarm.com.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6290\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6299,"href":"https:\/\/2024.nufarm.com.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6290\/revisions\/6299"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/2024.nufarm.com.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6298"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/2024.nufarm.com.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6290"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/2024.nufarm.com.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6290"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/2024.nufarm.com.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6290"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}